Sinar Matahari, Inilah Manfaat Dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh

Saat waktu istirahat di sekolah, Harsya dan Nara tidak akan melewatkan kesempatan untuk bermain sepak bola dan basket di lapangan. Hampir one hundred persen dari sampel penelitian itu mengalami defisiensi vitamin D. Dari sixty eight remaja lelaki yang mengalami obesitas semuanya mengalami defisiensi vitamin D. Nah, selamat berjemur, semoga masa karantina diri ini menyenangkan dan kesehatan pun tetap terjaga.

Perlu diingat, Anda hanya memiliki sedikit waktu untuk makan dan minum saat bulan puasa. Sehingga, Anda juga memiliki waktu yang lebih sedikit untuk memberikan asupan yang sehat serta mengandung gizi seimbang, bagi tubuh. Meski saat berbuka semua makanan terlihat menggiurkan, Anda perlu ingat untuk tidak berlebihan makan maupun minum saat berbuka.

Pentingnya matahari untuk kesehatan tubuh

Procollagen tipe I N-propeptide juga meningkat pada minggu kedelapan dari 15 persen menjadi 21 persen. Suatu penelitian yang pada Desember lalu dipublikasikan di jurnal Dermato-Endocrinology menyebutkan, vitamin D membantu mengurangi risiko berkembangnya autisme. Ilmuwan mengatakan, bahwa mengonsumsi vitamin D dapat membantu seseorang dalam menurunkan berat badan. Hal ini terjadi karena vitamin D di duga dapat mengurangi nafsu makan seseorang, hal inilah yang mendorong menurunnya berat badan.

Penelitian lain menyebutkan, cahaya mentari dapat berimbas langsung pada penyakit kardiovaskular, dan vitamin D merupakan ‘hormon’ yang manjur untuk menstabilkan tekanan darah. Hal itu dikarenakan bangun pagi bermanfaat untuk pembentukan hormon serotonin yang bisa menciptakan suasana hati dan juga keseimbangan psychological Pragmatic Slot di dalam tubuh yang baik. Agar memiliki mood dan suasana hati yang bagus, sebaiknya anda membiasakan diri untuk bangun pagi.

Manfaat keempat yang si Kecil rasakan dari berjemur adalah sinar matahari pagi dapat membantu untuk mengatur kadar insulin dalam tubuh, sehingga hal ini dapat mencegah diabetes. Temuan ini penting karena sampai saat itu dianggap bahwa satu-satunya manfaat kesehatan sinar matahari bagi manusia adalah untuk merangsang produksi vitamin D. Richard Weller, Dosen Senior bidang Dermatologi bersama rekannya menemukan bahwa, paparan sinar matahari tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan, tetapi juga memperpanjang hidup. Paparan sinar matahari pagi ternyata dapat membantu produksi vitamin D dalam tubuh. Vitamin D penting untuk mendukung penyerapan fosfor dan kalsium dalam tubuh sehingga tulang, otot, dan gigi senantiasa kuat. Selain itu, asupan vitamin D juga dapat membantu meminimalkan risiko penyakit rakhitis, osteoporosis, a number of sclerosis dan beberapa penyakit kronis lainnya.

Dengan begitu, nutrisi dan oksigen lebih banyak dibawa menuju sel-sel ketika pembuluh darah kapiler terbuka sehingga kesehatan pun menjadi lebih baik. Selain itu, jantung pun menjadi lebih sehat dengan menurunkan denyut nadi ketika beristirahat dan mengurangi tekanan darah. Healthline (healthline.com) mengatakan bahwa kekurangan paparan sinar matahari dapat menyebabkan jumlah serotonin berkurang. Ketika hal itu terjadi, risiko Anda mengalami depresi pun akan meningkat. Sebelum mengetahui waktu berjemur yang baik jam berapa, alangkah baiknya kita menilik manfaat berjemur di bawah sinar matahari terlebih dahulu.

Hindari berjemur di tempat yang ramai dan jaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi risiko terpapar Virus Corona. Oleskan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih pada kulit, menit sebelum berjemur. Hal ini penting untuk mencegah agar kulit tidak gosong atau mengalami sunburn saat berjemur. Semakin banyak area kulit yang terpapar sinar matahari, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk berjemur. Tidur adalah respons regular tubuh yang memang seharusnya digunakan untuk perbaikan sel dan mengistirahatkan otak.